Tuesday, 18 October 2016

Belas Kasih Sesaat

Tta

BELAS KASIH SESAAT

           Suatu malam, di suatu rumah kayu yang terletak di sudut desa. Adalah sepasang suami istri dengan satu anaknya yang berumur sepuluh tahun. Si anak ini sudah tidur sendiri di kamar belakang, sedangkan ayah ibunya tidur di kamar depan. Pada jam satu malam terdengarlah teriakan anak tersebut:
               
“Ayah! Ayah! Cepatlah kemari! Tolong aku!” teriak-teriak anaknya memanggil ayahnya.
Dengan tergopoh-gopoh ayahnya bangun dan mendatangi kamar belakang.
“Ada gerangan apa anakku hingga engkau berteriak-teriak sedemikian rupa?” dengan cemas ayahnya bertanya.
“Lihat ayah ada ular dipojok itu!” sambil berdiri ketakutan anaknya menunjukkan tempat ular itu.

Tidak rela anaknya satu-satunya dalam bahaya, diambillah tongkat besi di kamar tengah, dan segeralah ayahnya menghajar ular itu sampai mati.
“Sudah tenanglah anakku, ularnya sudah mati, sekarang kamu aman,” sambil dipeluknya anak itu yang masih ketakutan.

          Tetapi ayahnya melihat di pojokan di bawah lemari seperti ada ekor yang bergerak-gerak. Dengan masih membawa tongkat besi digesernya sedikit lemari itu. Tampaklah sedikit badan yang dipastikannya sebagai tikus.
          “Masih adakah ular ayah?” istrinya yang dari tadi berdiri di pintu kamar bertanya.
            “Bukan ular, tapi tikus, perlu kuhabisi juga.”
       “Jangan ayah!” sahur anaknya, “Sepertinya tikuslah yang telah menolong aku, karena tadi sepertinya ada yang bergerak-gerak diantara kakiku sehingga membangunkanku.”
            “Benarkah begitu?” ayahnya bergumam, berhenti sejenak langkahnya.
            “Baiknya jangan dibunuh ayah!” sergah istrinya.
          “Hemm…., baiklah aku biarkan tikus ini pergi sekarang, tapi besok jika dia ada di sini lagi, pastilah mati. Dan tentunya jika datang bersama ular lagi, ularnya ikut mati.” Sambil memandang istri dan anaknya bergantian.
           
           Oleh si Ayah dibukanya pintu depan dan diusirnya tikus kecil itu keluar, sedangkan ular itu tetaplah mati seperti tadi.

FTG&ML
sby, 150616
*Diambil dari buku TIKUS-TIKUS (kumpulan mini cerpen)

No comments:

Post a Comment