Monday, 9 March 2009

Tangis Kekelaman Bangsa

Tta

Tangis Kekelaman Bangsa


Percikan sabda Ilahi menggema
Meluruhkan keperkasaan manusia
Menjadikan kerendahan hati yang murni
Diri ini malu menatap untuk memohon

Tak mau membagi ini
Biar tangis terdengar sendiri
Diperdengarkan dalam kamar sunyi
Sementara ledakan diluar ramai


Oooooooh…………
Berapa lama lagi bangsaku
……………..

Durjana berdiri terkekeh
Diantara puing keangkuhan bangunan
Menatap dengan kemenangan semu
Setiap kematian anak bangsaku yang lemah

Mulutku berucap tanya
Siapa yang bersalah
Kapan mereka berhenti
Dimana mereka belajar
Bagaimana mereka…..

Semua menyalahkan
Bahkan teriakan “Kamu!!!” lebih keras dari gelegar kilat seratus

Lalu diperdengarkan
Seperti yang sudah kauterima
Ampuni orang yang bersalah
Kapanpun dia mau minta ampun
Kamupun diampuni

Hukuman adalah bagi yang berhak
Menghukum adalah bagi yang berwenang
Siapa memberi akan diberi
Siapa mengambil akan diambil

Jadi dariku
Jadi darimu bangsaku
Mereka jadi pembunuh bangsa bangsa
Kesimpulan yang sulit diterima akal dalam batok kepala

Kata siapa aku bersalah
Padahal tidak tahu yang salah
Kata siapa aku tersesat
Padahal tidak tahu jalannya
Mereka mengaku benar
Padahal tidak tahu yang benar

Yang ada kebenaran terselubung menurut hatinya

Tertunduk malu mengakui
Diri ini memohon ampun
Ampun hamba
Ampun dia
Ampun mereka
Ampun
YA HAKIM YANG ADIL



FTG&ML
xbt140904




No comments:

Post a Comment